PT. Dharma Medika Estetika

Selamat Datang di Website PT. Dharma Medika Estetika : DARPLASTIC AESTHETIC CLINIC, COSMETIC CLINIC, Laboratorium, Apotik, Reflexi Therapy, Spa. Dr. DHARMA PTR MALUEGHA., Spesialis Bedah Plastik......
PT. Dharma Medika Estetika

Pilihan Bahasa

 

Pelayanan Gratis

    Polling

    Apakah informasi yang ditampilkan di website ini membantu anda?
     Ya
     Mungkin
     Tidak

    Statistik Web

    Total Total Kunjungan : 177776
    Today Kunjungan Hari Ini : 62
    Online Online User : 1
    Update Last Update : 19-07-2014

     

    Bagian Pertama

    Bagian Pertama :

    TeknikBedahPlastik

    1. Sayatan Kulit

    Dalam perencanaan sayatan pada kulit diharapkan setelah proses penyembuhan akan menghasilkan parut luka yang setipis mungkin. Sayatan hendaknya diletakkan ditempat yang tersembunyi atau pada  lipatan kulit yang didaerah muka dikenal sebagai  Langer’s Lineatau line of minimal tension. Sayatan dilakukan dengan memakai pisau nomor 15 atau 10 yg tajam dan tegak lurus dengan kulit. Sayatan kulit hendaknya tidak dalam satu garis yang panjang lebih baik dalam bentuk garis patah-patah. Hal ini  sehubungan dengan retraksi  jaringan parut,  bila dalam satu   garis  panjang akan memberi distorsi yang mencolok, sedangkan dengan garis patah-patah retraksi akan dibagi dalam berbagai arah  sehingga akan mengaburkan distorsi itu sendiri.

     2. Penjahitan Luka

    Teknik jahitan.

       Jahitan kulit harus diusahakan agar cukup untuk mendekatkan (aproksimasi)  pinggir-pinggir luka dan   jangan diikat terlalu kuat, karena dapat  menyebabkan nekrose bagian kulit yang terikat. Macam benang yang dipakai harus kuat dan tidak reaktif. Bercak parut akibat jahitan (suture marks) akan cenderung lebih besar bila benang terlalu lama tinggal, sedang besar benang dan macam jarum tidak terlalu berpengaruh. Umumnya jahitan yg diangkat pada hari ke-7 memberikan parut yang minimal.

    Karena retraksi jaringan parut, tepi kulit yang menonjol setelah dijahit akan mengalami perataan kembali tetapi tepi kulit  yang masuk kedalam (inverted) akan bertambah cekung oleh karena itu sebaiknya jahitan itu everted. Untuk  memperoleh  permukaan yang rata, maka jaringan dibawahnya juga harus  dijahit  sesuai  dengan lapisannya.

    Untuk jahitan kulit dikenal beberapa teknik yaitu:

    2.1.Jahitan simpul

    Dipakai jarum tajam, arahkan jarum tegak lurus masuk pada satu sisi, terus jaringan subkutis diikutsertakan kedua sisi dg porsi yang sama dan keluar dengan sudut yg kira-kira sama. Tempat tusukan  jarum  dekat  dgn tepi luka. Jarah antara satu jahitan dgn jahitan  lainnya  bervariasi menurut tebal tipisnya kulit cukup mempertemukan semua tepi luka. Hindarkan dead spacebaik  subkutan maupun diantara jahitan kulit.

      Jahitan simpul

    Gambar 1.

    A. posisi jarum harus tegak lurus     B.simpul disamping      C. Simple interupted

     

    2.2.Jahitan matras

    Cara ini baik untuk kulit yang tipis untuk menjamin terjadinya eversi. Dapat dilakukan secara horizontal  maupun vertical.

       Jahitan matras
    A                                                         B

     Gambar 2.

    A.     Matras vertikal    B.   Matras horizontal                   

    Jahitan delujur dipakai pada irisan yang panjang, bila kita ingin menghemat waktu. Tidak serapi jahitan simpul

    Jahitan delujur
             Gambar 3

    A.Half-buried horizontal mattress continous over-and-over

     

    2.3.Jahitan delujur intradermal

    Mengurangi  jumlah  jahitan yang  tampak  dari luar.  Jarum menusuk  jaringan  intradermal  bergantian  dari  kedua  tepi luka  secara  horizontal.  Bilamana  jaraknya  panjang  dapat dimunculkan diluar kulit pada beberapa tempat untuk memudahkan   pengangkatan   benang.  Dapat   pula ditambahkan beberapa jahitan simpul satu-satu. Contoh misalnya  dipakai pada sayatan melintang leher dll.

    Jahitan delujur

    Gambar 4.

    Subcuticuler continous                        

     

     

    Jahitan  mukosa  umumnya cukup memakai  catgut tetapi ditempat-tempat yang bergerak seperti palatum dan lidah sebaiknya   dipakai   benang  non   absorbable  seperti  silk atau benang delayed absorbable seperti dexon® atau vicryl®.

     

    3. Benang-benang jahit

             Benang jahit untuk pembedahan dikenal dalam bentuk yang dapat diserap tubuh (absorbable) dan tidak diserap tubuh  (non absorbable). Termasuk yang dapat diserap tubuh adalah catgut, chromic catgut, kelompok polyglycolic acid (dexon®), kelompok polyglactin (vicryl®). Absorbsi benang dapat melalui dua mekanisme ialah melalui pencernaan oleh enzyme jaringan  misalnya vicryl® & dexon® atau melalui proses rejeksi  immunologis misalnya pada catgut. Benang yang tdk diserap  tubuh termasuk sutera (silk), katun, nylon polypropylene (prolene®),  benang baja yang dibuat dari komponen besi, nikel dan chromium. Bentuk   benang  bisa  dibuat  dlm  bentuk   monofilamen   atau braided (kepang) multifilament.   Pada luka infeksi hendaknya jangan dipakai benang yang reaktif (absorbable) dan yang multifilament karena kuman dapat  bersarang disela-sela anyaman. Pada keadaan  ini  lebih  baik  dipakai benang monofilamen dan yang tidak dapat diserap.

     

    4. Lain-lain : Dog Ear, Bebat Tekan

             Lesi yang berbentuk bulat bila dieksisi dan defek kemudian dijahit dapat menimbulkan tepi jahitan yang agak menonjol yang disebut Dog Ear. Untuk menghilangkan dog ear ini dapat dilakukan  koreksi dengan  jalan eksisi tepi tersebut. Bagian tengah dijahit dulu agar tonjolan tepi  luka jelas terlihat dan dieksisi.

    Gambar 5. Dog Ear

     

    Gambar 6

    A.   Ujung jahitan terlihat dog ear     B. Dengan pinset dog ear ditarik dan dimiringkan dan dieksisi  C. Dengan  memiringkan pada arah yang berlawanan juga dieksisi      D. Jaringan yang dieksisi berbentuk segitiga

     

    Bebat tekan  kadang-kadang sangat perlu dilakukan, karena dapat menghentikan perdarahan yang merembes  dan  menghilangkan dead space, sehingga dapat mencegah terjadinya  hematoma dan penumpukkan serum, yang keduanya dapat  berpengaruh jelek terhadap proses penyembuhan luka. Bebat tekan dilakukan dengan bebat  elastik  setelah luka   yang akan dibebat  dilapisi kapas  lebih dahulu. Tekanan    yang  baik untuk maksud ini kira-kira 40 mm H2O. Bentuk lain bebat tekan adalah tie over dressingdimana benang yang terjahit  ditepi luka akan diikat menekan diatas kapas yang berada dipermukaan luka. Graft kulit maupun operasi dengan deseksi luas memerlukan bebat tekan .

     

    5. Transplantasi jaringan

    Transplantasi kulit merupakan pemindahan kulit dari daerah donor ketempat resepien.

    1.     Autotranplantasiadalah pemindahan jaringan  antar  bagian  tubuh dari individu yang sama.

    2.     Homotransplantasi adalah pemindahan jaringan antar  individu dalam species yg sama, misalnya dari manusia ke manusia.

    3.     Heterotransplantasibila  pemindahan  dilakukan antar  species, dari binatang ke manusia.

    Beberapa istilah yang erat hubungannya dengan transplantasi :

    Grafting→pemindahan jaringan secara lepas, tdk ada hubungan vaskuler antara jaringan yg dipindahkan (graft) dgn  daerah  donor.

    Flap→pemindahan  jaringan  dgn pedikel  yg  menghubungkan vaskularisasi jaringan tersebut dengan donor. 

    Free flap→jaringan yang dipindahkan mempunyai kondisi seperti flap tetapi tidak berhubungan lagi dengan donornya melainkan vaskularisasinya disambungkan langsung dengan vaskularisasi daerah resepien secara mikroskopik.

    Implant→adalah benda hasil pabrik (sintesis), tidak berasal dari tubuh manusia atau hewan, dan dibuat untuk dimasukkan dalam tubuh.

    Prothese→adalah benda sintetis yang dipakai baik didalam atau diluar tubuh.

    Allograft→adalah semua benda yang dipakai dalam transplantasi kecuali autograft.

    Agar kulit donor dapat diterima dan hidup ditempat resepien beberapa faktor ikut berpengaruh : vaskularisasi yang baik dari daerah resepien misalnya pada luka baru atau luka lama yang  bisa tampak dengan adanya granulasi yg sehat berwarna kemerahan.

     

    6. Grafting kulit

    grafting kulit ada yang mengandung hanya sebagian tebalnya kulit dan ada yang mengandung seluruh tebalnya kulit. Pada ketebalan kulit sebagian akan terdiri dari epidermis dan sebagian dermis.


    Gambar 7. Kulit dengan lapisannya 

     

    6.1.Grafting kulit dengan tebal sebagian (split thickness skin graft)

                                  i.     tipis 8 – 12/ 1000 inch

                                ii.     sedang (intermideate) 14 – 20/ 1000 inch

                              iii.     tebal 22 – 28/ 1000 inch

     

    6.2.Grafting kulit dengan tebal seluruhnya (full thickness skingraft)

    Ketebalan kulit pada tubuh bervariasi dari 17 sampai 150/ 1000 inch (rata-rata 40/ 1000 inch) tergantung lokasinya. Dengan alat dermatom, ketebalan kulit yang  akan  diambil  dapat diatur dari 8 sampai 28/ 1000 inch. Pada grafting kulit sebagian (STG), semakin tipis graft kulit tersebut, akan lebih mudah take(istilah untuk hidup atau  survivenya graft) tetapi semakin banyak pengkerutan   dan  perubahan warna kulit dari aslinya. Sebaliknya semakin tebal, akan semakin sukar takenya, tetapi pengkerutan dan perubahan warna akan semakin sedikit. Donor untuk STG pada hakekatnya dapat  diambil  dari bagian tubuh yang mana saja, tetapi tempat-tempat yang disukai  adalah paha, pantat, punggung, perut.


    Gambar 8.

    A. Daerah donor pada bagian ventral   B. Daerah donor bagian dorsal                           

     

      

    Gambar 9.

    Alat dermatome, humby serta derma carrier

     

    Pengambilan kulit STG dari daerah donor dapat dilakukan dgn alat-alat dermatome seperti pisau Humby, Brown electricatau Brown air driver dermatomedan Reese Dermatome.

    Full Thickness Skin Graft /FTG (Wolfe) terdiri  dari  seluruh ketebalan epidermis & dermis tanpa lapisan lemak dibawahnya Daerah retroaurikuler, supraclavikuler, lengan atas sebelah medial dan lipat paha merupakan daerah donor yang sering dipakai untuk donor kulit FTG. Graft diambil dengan pisau no.10 setelah digambar suatu  pola yang pas benar dengan defek yang akan ditutup.

     

    7. Mesh Grafting

    STG dapat diperluas dengan irisan-irisan yang membuatnya seperti  jala   (meshed graft).    Dengan alat Mesh graftExpander Dermatocarier(Zimmer) yang  dipakai  untuk melindas lembar disposable dengan kulit diatasnya atau Padgett expander, kulit dapat diperluas dari 1,5 kali  sampai 6-9 kali lebih besar. Pembesaran yang umum dipakai adalah 1,5 -3 kali lebih besar dari ukuran kulit donor semula.

    Cara ini amat bermanfaat bila daerah donor sangat terbatas misalnya pada penderita luka bakar yang luas.

                                             

        

     

    Gambar 10.  Mesh graft yang diekspansi dan ditempelkan pada defek yang luas

     

    8. Graft komposit

    Composite   graft   adalah   graft yang mengandung kulit dan lemak sub kutan, tulang rawan dll.  Misalnya  graft  komposit daun telinga untuk rekonstruksi tepi ala nasi.

     


    ROSEDUR SKIN GRAFTING

     

    PENGERTIAN

    Skin grafting adalah tindakan transplantasi kulit dengan melepaskan sebagian atau seluruh tebal kulit secara komplit dari daerah donor dan memindahkan kedaerah yang membutuhkan (resepien = host bed), dimana dibutuhkan suplai darah baru untuk menjamin kehidupan sel-sel yang dipindahkan tersebut.

     

    TUJUAN

    Terapi untuk menutup defek luka/ ”raw surface” yang tidak dapat ditutup secara primer

     

    KEBIJAKAN

    ” Raw Surface” akibat trauma, luka bakar, luka pasca eksisi keganasan, luka pasca release kontraktur, luka pasca eksisi parut/ keloid, luka pasca eksisi tatto.

    Pembagian skin grafting adalah sebagai berikut:

    1. Split Thickness Skin Grafting (STG)

    Yang terbagi lagi menjadi Thin Split Thickness, Intermediate Split thickness dan Thick Split Thickness Skin grafting (sesuai dengan ketebalannya)

    1. Full Thickness Skin Grafting (FTG)

     

    PETUGAS

    Ahli Bedah Plastik

     

    PROSEDUR

    1. Split Thickness Skin Grafting (STG)

    STG merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam transplantasi kulit. Dalam rangka penutupan ”raw surface” / defek luka STG dapat menjadi definitive atau temporary therapy sambil menunggu prosedur berikutnya yang lebih sempurna. Skin Grafting merupakan indikasi untuk setiap luka yang tidak dapat ditutup primer.

     

    Pengambilan bahan untuk STG: Dapat dilakukan dengan pisau bedah biasa (No. 22) atau dengan alat khusus seperti Humby Knife, Dermatome. Dengan alat khusus ini ketebalan pengambilan kulit dapat diatur sesuai dengan ukuran yang tersedia.

    Apabila defek luka terlalu luas dan donor STG tidak mencukupi dapat digunakan Dermacarrier yaitu suatu alat untuk membuat lubang pada kulit donor akan bisa ekspansi sehingga kulit donor akan lebih luas.

     

    Pemilihan daerah donor: STG dapat diambil dari daerah mana saja, tetapi pada umumnya yang sering dilakukan diambil dari paha lateral.

     

    Penempelan STG: Setelah kulit ditempelkan pada daerah resepien yang telah dipersiapkan (bersih, tidak ada perdarahan atau bekuan darah) dilakukan penjahitan dengan benang non-absorbable 4-0 atau 5-0 pada pinggir kulit.

    Diatas kulit yang ditempelkan diberu tulle, dilapisi lembarab kasa lembab dan selanjutnya diberi kapas steril diatasnya yang difiksasi dengan jahitan ”tie over”. Untuk membantu keberhasilan prosedur skin grafting perlu dilakukan penekanan dengan menggunakan elastis bandage.

    Bilamana tindakan skin grafting tersebut didaerah ekstremitas sebaiknya dilakukan elevasi ekstremitas yang bersangkutan serta dipasang spalk atau slab yang dibuat dari gibs untuk menjamin immobilisasi sendi yang bersangkutan.

     

    Skin grafting dievaluasi 5 hari pasca operasi, sedangkan donor dibiarkan sampai 14 hari pasca operasi dengan menggunakan penekanan memakai elastis bandage.

     

    1. Full Thickness Skin Grafting

    FTG ini meliputi seluruh ketebalan kulit maka proses revaskularisasi yang terjadi lebih lama, oleh karena itu lemak-lemak yang melekat harus dibuang (trimming) dan dibutuhkan kondisi suplai darah yang optimal untuk mempertahankan kehidupannya.

     

    Penggunaan FTG:

    1)     Untuk mengisi defek didaerah wajah

    2)     Untuk daerah yang tidak menginginkan terjadinya pigmentasi pasca operasi

    3)     Menutup defek daeran volar manus

     

    Pengambilan bahan FTG

    Diambil dari daerah donor sesuai kebutuhan didaerah resepien dengan menggunakan pola yang telah dibuat sebelumnya (dengan menggunakan kasa atau handscoen). Donor bisa diambil daerah retroaurikula, supra clavicula, bagian atas kelopak mata, perut, lipatan paha, lipatan siku, lipatan pergelangan tangan.

     

    Cara pengambilan:

    1)     Eksisi daerah donor sesuai pola yang telah dibuat, dengan ketebalan tepat diatas jaringan lemak didaerah dermal subdermal junction

    2)     Dilakukan pembuangan jaringan lemak yang ikut terangkat dengan menggunakan gunting

    3)     Defek daerah donor ditutup dengan melakukan ”underminning” pada tepi luka dan sedapatnya ditutup primer tanpa ketegangan

    4)     Penutupan defek pada daerah resepien dilakukan setelah prosedur hemostasis sempurna

    5)     Untuk lebih menjamin kontak skin graft dengan resepien ditambah jahitan kasur diatas skin graft

    6)     Untuk mencegah hematoma/ seroma dibuat sayatan kecil mulipel (”window”) pada skin graft

    7)     Graft yang ditempel dijahit, ditutup dengan kasa tebal dan dilakukam ”tie over”

    8)     Setelah dibalut dipasang ealstis bandage

    9)     Jika perlu dipasang Splinting untuk membatasi gerak daerah resepien.

     

     

    9. Flap

    Flap terdiri dari jaringan kulit dgn jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari  tempat donor  asalnya  dan  masih mempunyai hubungan dengan kulit dan jaringan sekitar donor melalui tangkai vaskularisasi untuk  mempertahankan viabilitasnya. Flap yang dipindahkan ketempat resepien kemudian juga membangun vaskularisasi baru.

    Gambar11.

    Pattern of vascular anatomy: Type I, one vascular pedicle; Type II, dominant pedicle(s) and minor pedicle(s); Type III, two dominant pedicles; Type IV, segmental vascular pedicle; Type V, one dominant pedicle and secondary segmental pedicle. (From Mthes S.J, Nahai F.: Clasification of the vascular anatomy of muscle)

     

    Flap sebagai sarana penutupan defek telah berkembang dengan pesat, dimana flap tidak  hanya terdiri dari kulit dan subkutan tetapi dapat berupa flap muskulokutan, fasciokutan, flap otot. Perkembangan yang pesat tersebut didasari  atas pengetahuan yang berkembang dari anatomi tentang vaskularisasi dan nutrisi jaringan-jaringan lunak dibawah kulit.

     

    9.1. Flap Random

    Vaskularisasi  flap  didapat dari  cabang-cabang  perforator dari otot dibawahnya dan menjadi plexus dermal subdermal tidak dari pembuluh darah yang mempunyai nama. Penipisan flap dimungkinkan   selama   bagian  berlemak  masih ada untuk melindungi plexus tersebut.

     
       

     Gambar 12.  Random pattern flap dan Axial patters flap

     

     

    Gambar 13. Macam flap berdasarkan

     

    Klasifikasi flaps berdasarkan komposisi

    Flap kulit umumnya adalah bentuk ini.

    1.   Lokal

        Advancement flap (flap maju)

      

                                    A                                                                   B

    Gambar 14.

    A. Single Pedicle                                                          B. Double Pedicle

    Ratio 1:1                                                                        Ratio 2,5:1

     

    Dengan cara ini jaringan kulit  digeser maju untuk menutup defek kulit ataupun untuk  mempertinggi lekukan. Pada penutupan defek segiempat, setelah memajukan flap, maka dog ear yang timbul di tepi pangkal flap dapat dieksisi.


    Bentuk lain advancement flap adalah V-Y plasty. Dibuat sayatan dengan bentuk V dan setelah pergeseran untuk menutup defek akan menjadi berbentuk Y.

    Gambar 15.

    V-Y flaps for face ( from Zook EG, Van Beek AL, Russel RC, Moore JB: Plast Reconstr Surg 65:786, 1980)

     

    Gambar 16.

    Extended Y-V flaps: A, single; B, double. ( from: Pribaz II, Chester CH, Barrall DT; Plast Reconstr Surg 90:275,1992)

     

    9.2.Rotation Flap

    Pada flap rotasi, defek yang akan  ditutup  dibuat seperti bentuk segitiga, dengan sisi terpendek sebagai dasar segitiga yang juga merupakan  bagian dari lingkaran pergeseran flap. Bila ada  tegangan kulit bisa dilakukan back cut. Umumnya pada  penutupan defek yang tidak terlalu besar  tidak akan  mengakibatkan timbulnya defek lain diujung  perputaran.  Tetapi bila defek pertama amat besar maka bisa menimbulkan  defek diujung  yang lain dan  perlu  ditutup dgn graft kulit.

        

    Gambar 17.  Rotation Flap

     

    9.3.Transposition Flap

    Adalah flap dimana sumbu defek dan sumbu  flap bersilang disuatu titik tumpu tempat flap dipindahkan. Z plasty adalah contoh flap transposisi kembar yg saling mengisi. Z plasty pertama kali diperkenalkan oleh   Harner (1837) mempunyai satu kaki tengah dan dua kaki lateral yang sama panjang.

    Sudut yang sering dipakai adalah 60 º karena akan memperoleh perpanjangan yang optimal. Modifikasi dari Z-plasty adalah dengan membuat kedua kaki agak melengkung untuk memperoleh tambahan jaringan, terutama pada daerah-daerah dengan parut. Indikasi pembuatan Z-plasty antara lain:

    o      menambah panjang suatu kontraktur linier

    o      mengubah arah garis parut

    o      meratakan permukaan dikedua sisi garis parut

    Gambar 18. Z-plasty

     

    9.4. Axial Flap

    Axial flap dipilih karena terdapat pembuluh darah arteri yang dikenal/ bernama. Tangkai pedikel dimana pembuluh darah berada ditutup dengan kulit, berbeda dengan “island flap” dimana pedikel tersebut tidak tertutup kulit dan hanya terdiri dari arteri dan vena saja. Ini merupakan bentuk variasi dari flap axial. Panjangnya flap axial tergantung besar kecilnya arteri tersebut yang masih bisa ditambah dengan area vaskularisasi dengan pola random.

     

     

    Gambar 19.

     

    Variation in the arterial anatomy in the groin, based on the fidings in 100 cadaver dissections. (from GI Taylor and RK Daniel. The anatomy of several free flap donor sites. Plast Reconstr Surg 56:243,1975)

    Gambar 20.Axial pattern Flap

     

    9.5. Forehead flap (Flap dahi).

    Donor daerah dahi dengan a. temporalis superfisialis serta a. supratrochlearis yang mendukung vaskularisasi forehead flap dapat dipakai untuk koreksi defek pada hidung dan pipi. Daerah donor yang ditinggalkan bila tidak dapat ditutup l;angsung dapat dibantu dengan graft kulit yang diambil dari tempat lain. Dengan tissue expander, dapat diusahakan pemekaran kulit dahi lebih dulu untuk persiapan forehead flap. Dengan cara ini, tidak diperlukan lagi graft untuk menutup defek daerah donor, melainkan cukup ditutup dengan surplus kulit setelah pemekaran dengan tissue expander.

    Gambar 21.

    Midline Forehead Skin Flap (Seagull Flap)

    Gambar 22.

    Island Forehead Skin Flap

     

    Gambar 23.

    Supratrochlear Artery (Off-Midline) Forehead Skin Flap

     

    Gambar 24.

    Scalping Forehead Flap

     

    9.6. Deltopectoral flap

    Dikembang oleh Bakamjian(1965) merupakan suatu bentuk axial flap. Pembuluh darah perforator dari arteri mammaria interna menjadi pendukung vaskularisasinya. Bila flap deltopectoral digunakan bersama-sama dengan forehead flap maka dapat dipakai untuk menutup defek daerah pipi dengan dua lapisan, satu sebagai lining dan yang lainnya sebagai permukaan depan.

     

     

    Gambar 25. Deltopectoral Flap

    9.7. Groin flap (inguinal flap)

    Dikemukakan oleh Mc.Gregor dan Jackson menggunakan a & v circumflexa superfisialis sebagai tangkai penunjang vaskularisasi. Flap ini dapat dipakai untuk menutup defek pada tangan, lengan bawah bahkan untuk daerah kepala & leher melalui carrier tangan.

     

    Gambar 26. Axial GroinFlap, untuk menutup defek daerah Wrist

    9.8. Musculocutaneus flap

    Penggunaan flap muskulokutaneus memerlukan pengetahuan tentang pengetahuan vaskularisasi dari otot-otot tertentu yang akan digunakan. Flap yang sering dipakai diantaranya m. tensor fascialata, m.gracillis, m.gluteus maximus, m.latissimus dorsi, m.pectoralis.

     

    Gambar 27. Pectoralis Flap

    9.9.Distant flap

     

    Gambar 28. A. Indirect distant Flap, dari groin flap ke wrist untuk menutup defek di kaki. B.Direct distant Flap, deltopectoral flap untuk menutup defek di cheek

     9.10. Free flap

    Dengan bedah mikro dimungkin penyambungan pembuluh-pembuluh darah dengan diameter kecil. Dari axial flap kemudian berkembang menjadi free flap. Flap kulit atau muskulokutaneus flap dilepaskan dari vaskularisasinya kemudian disambungkan kembali pada pembuluh darah didaerah resipien. Free flap dapat dipakai untuk menutup defek pada daerah dimana local flap tidak memungkinkan. Suatu modifikasi, free groin flap dapat digabungkan dengan tulang iliaca dimana a.circumflexa iliaca profunda dipakai sebagai pedikelnya. Salah satu syarat penting untuk rekonstruksi dengan free flap adalah adanya defek yang bersih dan dengan tepi yang vital.

    Gambar 29. Osteoseptomuskulocutaneus free flap

     10. Implant

    Untuk membantu upaya bedah rekonstruksi dan bedah estetika pada keadaan tertentu diperlukan upaya bahan-bahan sintetis. Bahan yang dimasukkan dalam tubuh, harus memenuhi beberapa syarat diantaranya, tidak/ sedikit menimbulkan reaksi tubuh, tidak magnetis, tidak menghantar listrik dan tidak karsinogenik. Bahan yang banyak dipakai adalah silikon, akrilik, logam campuran diantaranya adalah titanium dll.

    Gambar 30.Macam-macam implant, dan compression plate


    Gambar 30.Mini plate pada maksilofasial dan Tension band principle