PT. Dharma Medika Estetika

Selamat Datang di Website PT. Dharma Medika Estetika : DARPLASTIC AESTHETIC CLINIC, COSMETIC CLINIC, Laboratorium, Apotik, Reflexi Therapy, Spa. Dr. DHARMA PTR MALUEGHA., Spesialis Bedah Plastik......
PT. Dharma Medika Estetika

Pilihan Bahasa

 

Pelayanan Gratis

    Polling

    Apakah informasi yang ditampilkan di website ini membantu anda?
     Ya
     Mungkin
     Tidak

    Statistik Web

    Total Total Kunjungan : 177000
    Today Kunjungan Hari Ini : 80
    Online Online User : 1
    Update Last Update : 19-07-2014

     

    Hipospadia (kelaianan penis)

    Hypospadia merupakan kelainan congenital dari genetalia eksterna laki-laki. Dari kepustakaan dapat dijumpai sekitar 1:350-1000 kelahiran hidup bayi laki-laki. Kelainan ini ditandai dengan orifisium urethra eksternum terletak lebih proksimal. Sesuai dengan lokasinya disebut hypospadia grandular, penil, penoscrotal dan perineal.

    Rekonstruksi  hipospadia

                Penyebabnya belum diketahui, meskipun ada factor yang diduga berperan adalah pemberian progesterone pada waktu ibu hamil muda, perubahan dari sperma, yang menimbulkan resolusi dini dari sel-sel leidig yang memproduksi testoteron intra uteri.

                Gangguan pertumbuhan yang terjadi menyebabkan pertumbuhan urethra terhenti. Pada penderita hypospadia didapatkan perubahan anatomis sebagai berikut:

    1. Muara urethra eksterna (MUE) yang terletak lebih proksimal, bisa disertai dengan lubang yang kecil
    2. Adanya pembengkokan penis (curve penis) karena adanya chordae yang terdiri dari jaringan fibrosis yang dianggap berasal dari jaringan calon urethra
    3. Preputium didapatkan banyak pada bagian dorsal dan tidak ada pada bagian ventral.

       

     

    Tipe hipospadia dan prosentase kejadian

                Akibat dari Orifisium urethra yang tidak terletak diujung, penderita tidak dapat mengarahkan kencingnya dan membasahi pahanya. Adanya chordae menyebabkan bengkoknya penis kearah ventral (curve penis) dan rasa sakit pada waktu ereksi, yang mengakibatkan kesukaran senggama dikemudian hari. Selain itu penderita dapat merasa rendah diri bila belum ditolong pada usia sekolah (sekitar 4 tahun keatas).

    Timing operasi one stage:

    • Schultz et al (1983) ------------------------------- 6-18 bulan
    • Manley et al (1981), Belman (1982) ------------6 bulan